Mark & Martha

Saturday, October 19, 2024 • Austin, TX

Mark & Martha

Saturday, October 19, 2024 • Austin, TX

Our Story

Not quite the 90 - Day Fiancee.....

Picture of Not quite the 90 - Day Fiancee.....

As everyone may already know, we met eight years ago online, both looking for something.....just not sure what. Martha with her profile advertising she was in Atlanta, Mark clicked on her profile to see if there was a connection....and there was...sort of!


With the first communication, Martha then let Mark know that she was in Jakarta, Indonesia. Red flags and alarms went off for Mark, thinking, "oh no....this is probably some guy from Nigeria or it will be a prince that needs to deposit millions of dollars into my account". Luckily it was nothing like that, but it was two people connecting and getting to know one another over the course of a few years.


A blessing in disguise, the long distance allowed us to get to know one another for who we were, our best traits, and the not so good ones. It was perfectly imperfect. We witnessed one another grow, celebrate milestones, get hurt by others, and before we knew it, we realized the years and the distance ended up drawing us closer together.


In November 2022,, we met in Bali and met in person for the first time. The chemistry was real, but it also already felt very safe and familiar. One night, while eating our gelato at our favorite place, Mossimo, we both made the agreement to pursue a relationship. We discussed the time frames, and the very real challenges that were to come.


As it turns out, it was one of the best decisions and investments of our lives. It has been challenging, and at times very frustrating with things beyond our control, but every step of the way has been worth it. We have travelled to eight countries together, have endured many obstacles, shared some fantastic moments with friends and family, and have made a commitment to continue down a path together. Without a doubt, we are best friends, partners in crime, one another's biggest fans, and very soon, husband and wife.


We thank everyone for your love, support and encouragement through the years and even if you are not able to attend in person, please know you are certainly part of our lives everyday and we are eternally grateful for your presence from afar.

Tidak seperti Program Bertunangan dalam 90 Hari…

Seperti yang mungkin sudah diketahui beberapa orang, kami bertemu delapan tahun yang lalu secara online, sama-sama mencari sesuatu.....tidak tahu apa. Martha dengan profilnya mengatakan bahwa ia berada di Atlanta, Mark melihat profilnya untuk melihat apakah ada ketertarikan.... dan ternyata ada.


Di komunikasi pertama, Martha memberi tahu Mark bahwa dia tinggal di Jakarta, Indonesia. Tanda bahaya dan alarm berbunyi untuk Mark, Mark berpikir, "oh tidak.... ini mungkin seorang pria dari Nigeria atau seorang pangeran yang ingin menyetor jutaan dolar ke rekening saya". Untungnya tidak seperti itu, tetapi ini awal dari dua anak manusia yang mencoba melihat kemungkinan membangun hubungan dan berusaha mengenal satu sama lain selama beberapa tahun.


Sebuah berkah tersembunyi, jarak yang jauh memungkinkan kami untuk saling mengenal satu sama lain apa adanya, sifat-sifat terbaik kami, dan sifat-sifat yang kurang baik. Perjalanan yang sangat tidak sempurna. Kami menyaksikan satu sama lain tumbuh, merayakan tonggak sejarah, disakiti oleh orang lain, dan sebelum kami menyadarinya waktu dan jarak akhirnya membuat kami semakin dekat.


Pada November 2022, kami bertemu di Bali dan bertemu langsung untuk pertama kalinya. Chemistry-nya sangat nyata, tetapi juga sudah terasa sangat aman dan akrab. Suatu malam, saat makan gelato di tempat favorit kami, Massimo, kami berdua bersepakat menjalin hubungan. Kami mendiskusikan jangka waktu, dan tantangan nyata untuk hubungan jarak jauh ini.


Ternyata, itu adalah salah satu keputusan dan investasi terbaik dalam hidup kami. Hal ini sangat menantang, dan terkadang sangat membuat frustasi dengan hal-hal di luar kendali kami, namun setiap langkah yang kami tempuh tidak sia-sia. Kami telah melakukan perjalanan ke delapan negara bersama-sama, telah melewati banyak rintangan, berbagi momen fantastis dengan teman dan keluarga, dan telah membuat komitmen untuk terus berjalan bersama. Tanpa diragukan lagi, kami adalah sahabat, rekan kerja sama, penggemar berat satu sama lain, dan sebentar lagi, suami dan istri.


Terima kasih kepada orangtua, saudara, sahabat atas cinta dan dukungan kalian selama ini, dan meskipun mungkin beberapa dari Saudara atau teman tidak dapat hadir secara langsung, ketahuilah bahwa kalian adalah bagian dari kehidupan kami setiap hari dan kami sangat berterima kasih atas kehadiran dari jauh.